Informasi Umum

Sholawat adalah Pujian kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai bentuk ta’dhim dan hubungan kuat antara umat dengan Nabinya.

Bentuk sholawat yang dinyanyikan telah berkembang dalam berbagai ekspresi kultural di seluruh dunia, baik dalam keragaman tangga nada atau maqam maupun penampilan, yang semakin memperkuat ajaran islam sebagai Rahmatan Lil’Alamin.

Bentuk-bentuk sholawat itu kemudian tumbuh dengan beraneka penamaan, seperti, Barzanji, Burdah, Simthu adhdhuror, dan lain sebagainya. Syairnya pun tidak terbatas pada bahasa Arab tetapi juga dengan menggunakan bahasa daerah dimana islam berkembang.

Sholawat di Nusantara telah tumbuh sebelum negara Indonesia berdiri. Tempat berkembangnya adalah surau-surau, masjid, rumah-rumah ataupun pengajian bentuknya berakulturasi dengan budaya setempat. Gaya pembacaan sholawat di Jawa Tengah berbeda dengan pembacaan di Makassar atau Maluku, yang semakin memperkaya khanazah sholawat di nusantara. Kekayaan spiritual yang lahir dari Rahim Islam dan budaya nusantar ini harus senantiasa dilestarikan dan dikembangkan sebagai ciri khas budaya Islam Nusantara.

Dalam rangka menyemarakan dan merawat beraneka bentuk sholawat nusantara serta mengenalkan kembali tradisi pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW kepada masyarakat di seluruh kabupaten, kota bahkan di desa-desa di Indonesia. Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) yang bekerja sama dengan DPP Ikhwanul Muballighin, Majelis Dzikir Ya Qowiyy, dan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Mata Air (LAZISMA) akan mengadakan Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden. Festival ini dimaksudkan untuk menjalin dan memperkuat tali silaturahim antara masyarakat dan penduduk Indonesia pada umumnya dan ukhuwah Islamiyah Nasionalisme sehingga terjalinnya hubungan harmonis dan dapat memperkokoh semangat nasionalisme untuk senantiasa menjaga kedaulatan NKRI.